Tiga Keluar Satu: Akuntabilitas Sistem Bagi Hasil Petani Kakao di Desa Talabosa

Authors

  • Priska Gratcia Mengkido Universitas Tadulako
  • Selmita Paranoan Universitas Tadulako
  • Rahayu Indriasari Universitas Tadulako
  • Andi Ainil Mufidah Tandra Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.59261/bustechno.v7i4.807

Keywords:

Ada Mpowia, Akuntabilitas, Desa Talabosa, Pertanian Kakao, Sistem Bagi Hasil

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Poso, menerapkan sistem bagi hasil tradisional antara pemilik lahan dan petani penggarap yang dikenal sebagai tiga keluar satu. Sistem ini mencerminkan nilai ekonomi, sosial, budaya, dan akuntabilitas yang berakar pada norma adat lokal (Ada Mpowia), tetapi mekanisme akuntabilitasnya belum didokumentasikan dan dianalisis secara formal.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik akuntabilitas dalam sistem bagi hasil tiga keluar satu pada pertanian kakao di Desa Talabosa.

Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan terdiri atas lima orang yang dipilih secara purposive, yaitu dua pemilik lahan, dua petani penggarap, dan satu tokoh adat. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Hasil: Sistem tiga keluar satu membagi hasil panen menjadi dua pertiga untuk pemilik lahan dan sepertiga untuk petani penggarap. Informan memandang pembagian tersebut adil karena pemilik lahan menanggung biaya produksi, sedangkan petani penggarap berkontribusi melalui tenaga dan pengelolaan lahan. Ada Mpowia berfungsi sebagai kerangka akuntabilitas informal, sedangkan digiwu menjadi sanksi adat dan mekanisme kontrol sosial.

Kesimpulan: Akuntabilitas diwujudkan melalui keterbukaan pelaporan hasil panen, kepercayaan timbal balik, dan kepatuhan terhadap norma adat. Praktik ini menunjukkan bahwa akuntabilitas bagi hasil pertanian dibangun secara sosial dan kultural, bukan melalui dokumentasi formal.

References

Aeni, N., Rizkiyah, N., & Damayanti, S. D. (2022). Analisis Penerapan Akuntansi Musyarakah berdasarkan PSAK No. 106 pada Perbankan Syariah. Prosiding National Seminar on Accounting, Finance, and Economics (NSAFE), 2(7).

Bougie, R., & Sekaran, U. (2025). Research Methods for Business, with eBook Access Code: A Skill Building Approach. In John Wiley & Sons.

Damayanti, K. T. (2019). Perjanjian bagi hasil dalam kerja sama pengelolaan sawah di Desa Sungai Rasau dalam perspektif hukum ekonomi syariah. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 8(1), 1–10. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v8i1.4222

Darwis, R. (2016). Sistem bagi hasil pertanian pada masyarakat petani penggarap di Kabupaten Gorontalo perspektif hukum ekonomi Islam. Al-Mizan, 12(1), 1–25. https://doi.org/10.30603/am.v12i1.122

Fauziah, N. W., & Segaf. (2022). Seberapa pengaruh penetapan nisbah bagi hasil, inflasi, dan jumlah uang beredar terhadap deposito mudharabah di Indonesia. Jurnal Tabarru’: Islamic Banking and Finance, 5(2), 435–447. http://repository.uin-malang.ac.id/17281/

Gustavo, D. F. A., & Wirman, W. (2023). Analisis Penentuan Nisbah Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah Pada Pt Bank Syariah Mandiri. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(1), 97–109.

Haro-Sarango, A. (2026). Research methods for business students. Multidisciplinary Latin American Journal (MLAJ), 4(1). https://doi.org/10.62131/mlaj-v4-n1-editorial

Helle-Valle, J., & Borchgrevink, A. (2018). Household histories and methodological triangulation. Forum for Development Studies, 45(2), 191–215. https://doi.org/10.1080/08039410.2016.1260049

Hidayati, N., & Oktafia, R. (2020). Implementasi akad bagi hasil pada sektor pertanian dalam peningkatan kesejahteraan petani di Desa Maduran Kecamatan Maduran Kabupaten Lamongan. Jurnal Ekonomi Syariah Teori Dan Terapan, 7(12), 2399–2418. https://doi.org/10.20473/vol7iss202012pp2399-2418

Kholilurrohman, L. R., & Miharja, J. (2023). Analisis Bagi Hasil pada Kerjasama Pertanian Padi Perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Bhes, 1(2).

Koentjaraningrat. (1994). Kebudayaan, mentalitas, dan pembangunan. Gramedia Pustaka Utama.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Leilani, S. S., & Handoyo, P. (2024). Stratifikasi Sosial dan Implikasinya pada Sistem Bagi Hasil Masyarakat Petani. Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian Dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 1(1).

Lubis, M. M. H., Harun, F. R. N., & Hasibuan, R. R. A. (2025). Perbandingan sistem bagi hasil dalam ekonomi syariah dan praktiknya di lembaga keuangan syariah. Jurnal Nuansa: Publikasi Ilmu Manajemen Dan Ekonomi Syariah, 3(3), 163–172. https://doi.org/10.61132/nuansa.v3i3.1927

Mardiasmo. (2018). Akuntansi sektor publik. Andi. https://www.andipublisher.com/produk/detail/akuntansi-sektor-publik-ed-terbaru

Martadinata, S. (2024). Akuntansi Sektor Publik di Indonesia. Jurnal Inovasi Global, 2(6). https://doi.org/10.58344/jig.v2i6.106

Milyana, I., Sanger, J. lasut, & Tuwiwa, J. (2022). Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2009. Journal Ilmiah Society, 1(1).

Muhadjir, N. (1998). Metodologi penelitian kualitatif: Pendekatan positivistik, rasionalistik, phenomenologik, dan realisme metaphisik telaah studi teks dan penelitian agsama. Rake Sarasin.

Muliana, A. P., Sopanah, A., & Hasan, K. (2023). Analisis akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan di Kelurahan Wonokoyo Kota Malang. Jurnal Ekonomi Kreatif Indonesia, 1(3), 179–197. https://doi.org/10.61896/jeki.v1i3.15

Paranoan, S. (2015). Akuntabilitas dalam upacara adat pemakaman. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 6(2), 214–223. https://doi.org/10.18202/jamal.2015.08.6017

Ryan, A., Guruh, Nababan, Roseven, & Kristina. (2022). Upacara Adat Rambu Solo. Jurnal Ushuluddin, 24(2).

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach (7th ed.). Wiley.

Suparman, S., Sutomo, M., Anwar, C., & Olilingo, F. Z. (2024). Impact of the Agricultural Sector on Unemployment, Inequality and Rural Poverty: A Panel Regression Analysis in Indonesian Provinces. International Journal of Economics and Financial Issues, 14(6). https://doi.org/10.32479/ijefi.16305

Susanto, N. F., Morasa, J., & Wokas, H. R. (2017). Analisis Penerapan Sistem Bagi Hasil Pembiayaan Musyarakah Menurut PSAK No. 106 Di PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2).

Valencia, M. M. A. (2022). Principles, Scope, and Limitations of the Methodological Triangulation. Investigacion y Educacion En Enfermeria, 40(2). https://doi.org/10.17533/udea.iee.v40n2e03

Wahyuningsih, T. (2011). Sistem bagi hasil maro sebagai upaya mewujudkan solidaritas masyarakat. Komunitas, 3(2), 197–204. https://doi.org/10.15294/komunitas.v3i2.2316

Warr, P. (2014). Agricultural liberalization, poverty and inequality: Indonesia and Thailand. Journal of Asian Economics, 35, 92–106. https://doi.org/10.1016/j.asieco.2014.10.003

Downloads

Published

2026-10-09